Praktisi IT Bali Ajak Generasi Muda Tidak Hanya Menjadi Pengguna Teknologi, tetapi Pencipta Solusi Digital
DENPASAR – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), komputasi awan (cloud computing), dan ekosistem digital yang terus berkembang, pengalaman masa lalu dinilai tetap memiliki nilai penting sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi perubahan teknologi.
Hal tersebut disampaikan praktisi teknologi informasi asal Bali, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa), saat mengenang pengalamannya merancang dan menginisiasi Media Center PORDA Bali VII Kabupaten Jembrana Tahun 2005. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran berharga bahwa transformasi digital selalu berawal dari keberanian memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Saat penyelenggaraan PORDA Bali VII, penggunaan internet masih terbatas. Media sosial belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sementara layanan penyimpanan berbasis cloud maupun kecerdasan buatan belum dikenal luas. Dalam kondisi tersebut, Media Center dibangun sebagai pusat layanan data, dokumentasi, dan publikasi yang membantu wartawan serta panitia memperoleh informasi secara lebih cepat dan terstruktur.
Menurut Agung Gempa, tantangan pada masa itu bukanlah keterbatasan perangkat, melainkan bagaimana memaksimalkan teknologi yang tersedia agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan informasi.
“Kami tidak berpikir menciptakan teknologi baru. Yang kami lakukan adalah memanfaatkan teknologi yang ada agar pelayanan menjadi lebih cepat, informasi lebih tertata, dan dokumentasi tersimpan dengan baik. Prinsip itu masih relevan hingga hari ini, meskipun teknologi telah berubah sangat jauh,” ujarnya.
Teknologi Berubah, Semangat Inovasi Harus Tetap Hidup
Memasuki era AI, menurut Agung Gempa, perubahan teknologi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan dua dekade lalu. Pekerjaan yang dahulu memerlukan banyak perangkat dan waktu kini dapat diselesaikan melalui satu komputer atau bahkan telepon pintar dengan dukungan berbagai layanan digital.
Meski demikian, ia menilai kemajuan teknologi tidak otomatis menghasilkan kemajuan apabila tidak diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga harus memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, UMKM, koperasi, hingga ekonomi kreatif.
Jangan Menjadi Penonton Perubahan
Agung Gempa mengajak generasi muda memanfaatkan momentum perkembangan teknologi sebagai peluang untuk berkarya.
Ia menilai akses terhadap ilmu pengetahuan saat ini jauh lebih mudah dibandingkan ketika dirinya mulai berkecimpung di dunia teknologi informasi pada pertengahan 1990-an. Berbagai platform pembelajaran, perangkat lunak, hingga teknologi AI kini dapat diakses oleh siapa saja.
“Generasi hari ini memiliki kesempatan yang luar biasa. Jangan puas hanya menjadi pengguna aplikasi. Jadilah pencipta solusi. Manfaatkan teknologi untuk meningkatkan kompetensi, membangun usaha, memperkuat organisasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Inovasi tidak selalu harus besar. Yang terpenting adalah mampu menjawab kebutuhan di sekitar kita,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap profesi memiliki ruang untuk berinovasi. Guru dapat memanfaatkan AI untuk pembelajaran, pelaku UMKM dapat memperluas pasar melalui pemasaran digital, koperasi dapat meningkatkan pelayanan berbasis sistem informasi, sementara pemerintah dapat mempercepat pelayanan publik melalui digitalisasi.
Membangun Budaya Belajar Sepanjang Hayat
Bagi Agung Gempa, pengalaman membangun Media Center PORDA Bali VII merupakan pengingat bahwa teknologi akan terus berubah, tetapi semangat belajar tidak boleh berhenti.
Selama lebih dari tiga dekade berkecimpung di bidang teknologi informasi, ia memilih terus mengikuti perkembangan zaman dan menerapkannya dalam berbagai bidang, mulai dari media digital, pendidikan, konsultansi, koperasi, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Menurutnya, keberhasilan di era digital tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki perangkat paling canggih, melainkan oleh siapa yang memiliki kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengubah teknologi menjadi solusi yang bermanfaat.
“Teknologi akan terus berkembang. Artificial Intelligence hari ini pun suatu saat akan berkembang menjadi teknologi yang lebih maju. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar. Jadilah pribadi yang aktif berinovasi, bukan sekadar mengikuti perubahan. Apa pun profesi kita, teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat daya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutupnya.








Tinggalkan Balasan