DENPASAR, Bali – Transformasi digital tidak lagi hanya berbicara tentang teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), atau media sosial. Di Bali, digitalisasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di antara sosok yang konsisten mendorong perubahan tersebut, nama I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, atau yang lebih dikenal sebagai Agung Gempa, menjadi salah satu figur yang aktif membangun jembatan antara teknologi dan budaya.
Mengawali perjalanan di bidang teknologi informasi sejak 1994, Agung Gempa telah mengikuti berbagai fase perkembangan digital, mulai dari era komputerisasi, internet generasi awal, media digital, hingga hadirnya Artificial Intelligence (AI). Selama lebih dari tiga dekade, fokus pengabdiannya tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lahir dan besar di Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kabupaten Jembrana, Agung Gempa membawa nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal ke dalam setiap inisiatif digital yang dikembangkannya. Baginya, transformasi digital tidak boleh mengikis identitas budaya Bali, melainkan harus menjadi sarana untuk memperkuat dan memperkenalkannya kepada dunia.
Dalam perjalanan kariernya, Agung Gempa terlibat dalam pengembangan berbagai sistem informasi, website, dan media digital yang mendukung pelayanan publik maupun sektor usaha. Ia juga berkontribusi dalam pembangunan ratusan website bagi instansi pemerintah, perusahaan, koperasi, sekolah, yayasan, pelaku UMKM, hotel, vila, hingga biro perjalanan wisata (tour & travel) di Bali dan berbagai daerah di Indonesia.
Selain pengembangan website, ia membangun ekosistem komunikasi digital melalui jaringan media sosial yang dikelolanya. Sekitar 100 Facebook Page dan berbagai kanal digital lain dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, promosi daerah, publikasi pembangunan, serta penguatan citra positif Bali. Secara kumulatif, jaringan tersebut menjangkau puluhan juta audiens, memperluas penyebaran informasi mengenai budaya, pariwisata, UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, dan berbagai isu pembangunan.
Komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia juga diwujudkan melalui berbagai pelatihan, seminar, dan pendampingan transformasi digital. Selama bertahun-tahun, Agung Gempa menjadi narasumber dalam program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Jembrana, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Balai Latihan Kerja (BLK) Jembrana, serta berbagai lembaga pendidikan, organisasi, dan komunitas.
Materi yang disampaikan mencakup teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), digital marketing, pengelolaan website, media sosial, keamanan digital, hingga strategi membangun daya saing di era ekonomi digital.
Sebagai pimpinan LPK Garuda College Indonesia, Agung Gempa juga mengembangkan program pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan industri masa kini. Melalui pendekatan berbasis kompetensi digital, lembaga tersebut berupaya menyiapkan generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja, berwirausaha, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Di sisi lain, Agung Gempa aktif mengembangkan sejumlah platform media digital sebagai ruang edukasi dan literasi publik. Melalui Media Bali Online, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bali Digital Channel, dan Bali Inspire, ia menghadirkan konten yang mengangkat transformasi digital, budaya Bali, koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta berbagai isu pembangunan yang dikemas secara edukatif dan inspiratif.
Menurut Agung Gempa, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Transformasi digital tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas peluang ekonomi, memperkuat pelayanan publik, serta membuka akses pengetahuan bagi generasi muda.
Filosofi tersebut dirangkum dalam prinsip yang terus menjadi pijakan selama lebih dari tiga puluh tahun berkarya:
“Berkarya di Digital, Berakar pada Budaya Bali.”
Di tengah percepatan transformasi digital yang terus berlangsung, Agung Gempa memandang bahwa masa depan Bali tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi untuk memperkuat budaya, meningkatkan daya saing ekonomi, dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Dengan pendekatan tersebut, ia terus mendorong lahirnya ekosistem digital yang inklusif, berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat dan pembangunan Bali.









Tinggalkan Balasan