JEMBRANA – Keluarga Besar Puri Andul Jembrana, Prati Sentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan, akan melaksanakan rangkaian Piodalan Pura Merajan Agung Puri Andul Jembrana pada 5–8 Juli 2026. Karya Pujawali ini menjadi momentum suci untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sesuhunan, serta para leluhur, sekaligus mempererat pasemetonan dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu, 5 Juli 2026, dengan gotong royong Ngiyas lan Ngewastranin yang melibatkan seluruh saren dan Prati Sentana sebagai bentuk persiapan menyambut Puncak Karya Pujawali.
Selanjutnya, pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 07.30 WITA, dilaksanakan prosesi Medangka menuju Pura Kahyangan Jagat Brangbang Agung, Pura Giri Kencana Pangkung Liplip, Pura Gede Jembrana, dan Kahyangan Tiga Desa Adat Batuagung bagi semeton yang mendapat tugas (amongan) medangka.
Pada pukul 09.30 WITA, rangkaian dilanjutkan dengan Pecaruan, yang diikuti oleh seluruh pengurus saren dan semeton yang berkesempatan hadir. Setelah itu dilaksanakan prosesi Nedunan Ida Bhatara dan Ngiyas sebagai bagian dari persiapan menjelang puncak pujawali.
Malam harinya, mulai pukul 19.00 WITA, seluruh saren kembali mengikuti prosesi Ngolemin/Matur Piuning hingga selesai sebagai ungkapan bhakti dan permohonan restu agar seluruh rangkaian karya berjalan dengan lancar dan penuh kerahayuan.
Puncak Karya Pujawali akan berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, mulai pukul 15.00 WITA. Upacara akan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda saking Griya Mambal, kemudian dilanjutkan oleh Pemangku Pura Merajan Agung Puri Andul Jembrana bersama para pemangku dari masing-masing saren hingga prosesi puput dan kesinep, yang diperkirakan selesai sekitar pukul 20.00 WITA.
Dalam tradisi Hindu Bali, Piodalan merupakan hari suci yang diperingati secara berkala sebagai ungkapan rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya yang berstana di pura. Piodalan juga menjadi media memperkuat hubungan spiritual antargenerasi serta menjaga kesinambungan warisan adat, budaya, dan nilai-nilai luhur keluarga. Bagi setiap pasemetonan, Pura Kawitan atau Merajan Agung memiliki kedudukan penting sebagai pusat pemersatu keluarga besar dan simbol penghormatan kepada leluhur.
Ketua Umum Puri Andul Jembrana, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa), mengajak seluruh Keluarga Besar Puri Andul dan Prati Sentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan, baik yang berada di Jembrana maupun di berbagai daerah lainnya, untuk menjadikan Piodalan sebagai momentum memperkuat sraddha, bhakti, persaudaraan, dan semangat menyama braya.
“Piodalan merupakan momentum suci untuk memperkokoh sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sesuhunan, serta para leluhur. Lebih dari itu, Piodalan menjadi ajang mempererat tali pasemetonan, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan semangat ngayah yang telah diwariskan oleh para leluhur kita. Saya mengajak seluruh Keluarga Besar Puri Andul dan Prati Sentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan agar dapat tangkil dan ngaturang ayah sesuai swadharma serta kemampuan masing-masing, sehingga seluruh rangkaian Karya Pujawali dapat berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh berkah,” ujar Agung Gempa.
Ia menambahkan bahwa pelestarian Pura Merajan Agung Puri Andul Jembrana bukan hanya menjaga keberadaan bangunan suci, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas keluarga besar Puri Andul.
“Di tengah perkembangan zaman, kita memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan nilai-nilai adat, etika, spiritualitas, dan semangat ngayah kepada generasi muda. Keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan menjadi kunci agar jati diri pasemetonan tetap lestari. Puri Andul bukan sekadar warisan sejarah, melainkan rumah besar yang mempersatukan seluruh keluarga dalam semangat bhakti, persaudaraan, dan pengabdian,” tegasnya.
Panitia berharap seluruh Prati Sentana dapat mengikuti setiap rangkaian karya dengan tertib, menjaga kesucian areal pura, mematuhi ketentuan yang berlaku selama pelaksanaan upacara, serta bersama-sama menyukseskan Piodalan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sesuhunan, dan para leluhur.
Karya Pujawali ini diharapkan tidak hanya menjadi pelaksanaan ritual keagamaan tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh Keluarga Besar Puri Andul untuk menjaga warisan leluhur, mempererat persaudaraan antarpasemetonan, serta melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai Hindu Bali sebagai bagian dari identitas yang terus hidup dari generasi ke generasi.










Tinggalkan Balasan