MENDOYO – Bagi sebagian orang, kemajuan sering diartikan dengan gedung-gedung baru, jalan yang lebar, atau teknologi yang semakin canggih. Namun bagi I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa), kemajuan memiliki makna yang lebih sederhana, yaitu ketika masyarakat hidup lebih sejahtera tanpa kehilangan adat, budaya, dan jati diri sebagai orang Bali.
Sebagai Putra Mendoyo, Agung Gempa mengaku memiliki harapan besar terhadap masa depan kampung halamannya. Menurutnya, Kecamatan Mendoyo memiliki hampir semua potensi yang dibutuhkan untuk berkembang. Mulai dari pertanian, perkebunan, pantai, seni budaya, tradisi adat, hingga alam yang indah. Sayangnya, masih banyak potensi yang belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Saya tidak ingin Mendoyo hanya dikenal karena memiliki potensi. Saya ingin potensi itu benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ujar Agung Gempa.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat memperoleh pekerjaan, penghasilan meningkat, anak-anak muda memiliki masa depan, dan desa tetap menjadi tempat yang nyaman untuk hidup.
Generasi Muda Harus Punya Peluang
Agung Gempa menilai banyak anak muda di Mendoyo memiliki kemampuan dan semangat untuk berkembang. Namun, kesempatan mereka masih terbatas.
Karena itu, ia berharap setiap banjar nantinya dapat menjadi tempat lahirnya generasi kreatif yang mampu bekerja dan berusaha dari desa sendiri.
“Anak-anak muda kita jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan pekerjaan. Hari ini peluang itu terbuka melalui teknologi, ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, pertanian modern, hingga usaha digital,” katanya.
Menurutnya, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta akses internet yang baik akan menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi dunia yang terus berubah.
Internet Banjar untuk Belajar dan Berkarya
Bagi Agung Gempa, internet bukan sekadar untuk media sosial.
Ia membayangkan suatu saat setiap bale banjar memiliki akses internet yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar, mengikuti pelatihan, memasarkan produk UMKM, hingga membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolah.
“Kalau dulu kita membangun jalan agar masyarakat mudah bepergian, sekarang kita juga harus membangun akses informasi agar masyarakat mudah mendapatkan ilmu dan peluang usaha,” jelasnya.
Ia meyakini bahwa internet yang dimanfaatkan secara positif akan menjadi fondasi tumbuhnya ekonomi kreatif di desa.
Yeh Meseha Jangan Hanya Menjadi Cerita
Salah satu perhatian Agung Gempa adalah potensi wisata Air Terjun Yeh Meseha.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki keindahan alam yang luar biasa. Namun potensi itu perlu dikembangkan secara bertahap, terencana, dan tetap menjaga kelestarian alam.
Ia membayangkan Yeh Meseha dapat terhubung dengan wisata pantai, kuliner ikan bakar, tradisi Makepung, pertanian, UMKM, homestay, hingga kegiatan budaya masyarakat.
“Kalau wisata berkembang dengan baik, masyarakat sekitar juga harus ikut merasakan manfaatnya. Warung hidup, UMKM berkembang, pemuda mendapat pekerjaan, dan desa menjadi lebih maju,” ujarnya.
Desa Maju, Budaya Tetap Dijaga
Menurut Agung Gempa, pembangunan tidak boleh menghilangkan identitas Bali.
Justru adat, budaya, dan tradisi harus menjadi dasar dalam setiap pembangunan.
Ia berharap penataan desa, bale banjar, setra, kawasan suci, hingga lingkungan desa dilakukan secara bertahap agar tetap bersih, rapi, indah, dan mencerminkan karakter Bali.
Selain itu, kegiatan adat seperti mukur, metatah, seni budaya, dan tradisi desa juga perlu terus didukung melalui semangat kebersamaan antara masyarakat, desa adat, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya.
Saatnya Bersinergi Membangun Mendoyo
Menurut Agung Gempa, membangun Mendoyo tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau satu lembaga saja.
Diperlukan kerja sama antara masyarakat, desa, desa adat, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Pusat, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas agar setiap potensi desa dapat berkembang secara maksimal.
Ia juga berharap setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan program pembangunan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal.
“Saya percaya, ketika semua mau duduk bersama, saling mendengar, dan bekerja sama, Mendoyo akan berkembang lebih cepat. Yang terpenting, kita jangan pernah melupakan akar budaya kita. Karena kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika setiap desa semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, tetapi tetap menjadi Bali,” tutup Agung Gempa.









Tinggalkan Balasan